Kemiskinan di Sulut Tahun 2024 Turun 0,55% Poin

PENAREDAKSI.COM,Manado – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan rillis Berita Resmi Statistik yang diselenggarakan di Aula BPS Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (15/1/2025).

Press Release dilaksanakan secara hybrid melalui live streaming youtube, virtual zoom, dan tatap muka langsung untuk peserta terundang. Materi rilis disampaikan oleh Aidil Adha selaku Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam paparannya, Ia menyampaikan Profil Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara September

  • Persentase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 6,70 persen, turun 0,55 persen poin dari Maret
  • Jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebanyak 173,30 ribu orang, berkurang 13,55 ribu orang dibandingkan Maret 2024.

“Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2024 sebesar 4,07 persen, turun sebesar 0,68 persen dibandingkan Maret

  • Begitupun persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2024 sebesar 10,14 persen, turun 0,21 persen poin,” ungkapnya.

Garis Kemiskinan pada September 2024 tercatat sebesar Rp511.710,-/kapita /bulan dengan Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp397.806,- (77,74 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp113.904,- (22,26 persen).

“Untuk Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Provinsi Sulawesi Utara September 2024 yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,

  • Angka ini turun 0,013 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2024 yang sebesar 0,360 dan turun sebesar 0,023 poin bila dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2023 yang sebesar 0,370,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aidil menyampaikan Perkembangan Ekspor dan Impor Provinsi Sulawesi Utara Desember

  • Komoditas ekspor terbesar pada Desember 2024 masih didominasi lemak dan minyak hewani/nabati, senilai US$ 71,36 juta atau 73,65 persen dari total ekspor. Negara tujuan ekspor terbesar Provinsi Sulawesi Utara pada Desember 2024 adalah Tiongkok sebesar US$ 34,79 juta atau 35,90 persen dari total ekspor. Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Utara pada Desember 2024 tercatat sebesar US$ 96,90 juta.

“Sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral, senilai US$ 22,31 juta atau 80,33 persen dari total impor. Singapura menjadi negara asal impor terbesar pada bulan Desember 2024 yang mencapai US$ 15,37 juta atau sebesar 55,35 persen dari total impor dengan nilai impor senilai US$ 27,78 juta, ” sambungnya.

“Dengan demikian, Neraca Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Desember 2024 Surplus US$ 69,13 juta,” kuncinya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran BPS Sulut, Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemprov Sulut dan Stakeholder terkait lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *